By   April 2, 2018

 

Fakta Atau Mitos Cegukan Dapat Menyebabkan Kematian ?

Apa itu Cegukan ?

Mun cek orang sundana mah CEGUKAN teh sisidueun atunya. Cegukan adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada diafragma, dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara hik.

Pernahkah Anda mengalami cegukan ?

Pasti pernahkan ? Yang belum pernah mengalami komen di bawah komentar ya 🙂

Apa yang anddarasakan saat CEGUKAN ? Yang pernah aku alami rasanya sangat mengganggu sekali terhadap sesuatu yang sedang kita kerjakan, apalagi cegukannya terus menerus tidak hilang dalam waktu sangat singkat itu lebih sangat menjengkelkan sekali.

Seperti yang akan kita bahas mengenai judul diatas, apakan cegukan ini benar-benar dapat menyebabkan kematian atau tidak, aau hanya sekedar hoak atau mitos semata ?

Oke kita akan cari tahu apakah ini benaran atau mitos ? Berikut jawabannya.

Beberapa Ahli dunia kesehatan dan kedokteran, menemukan beberapa penyebab yang bisa membuat cegukan menjadi lebih berbahaya. Antara lain seperti yang disebabkan oleh ?

Menurut sebuah jurnal dalam US National Institutes of Health’s National Library of Medicine, cegukan berkepanjangan dapat terjadi akibat:
1. Kerusakan pembuluh darah otak

Iskemia otak atau stroke tidak jarang ditemukan di antara individu dengan cegukan berkepanjangan. Selain itu, cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi pada pasien dengan lupus eritematosus sistemik (SLE). Secara singkat, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan iskemia otak atau stroke pada orang (terutama orang tua) yang mengalami cegukan berkepanjangan untuk menghindari keterlambatan penanganan.

2. Radang, cedera, dan tumor sistem saraf pusat

Tumor otak dilaporkan dapat memicu cegukan berkelanjutan, termasuk astrositoma (kanker otak), cavernoma (kelainan sistem saraf pusat), tumor batang otak, dll. Oleh karena itu, cegukan ini biasanya menghilang setelah operasi lesi batang otak. Pembengkakan pembuluh arteri cerebellar (yang terdapat pada otak kecil) dan cedera otak juga dapat menyebabkan cegukan.

Terlepas dari gejala batang otak lain seperti mual dan muntah, neuromyelitis optica juga dapat menyebabkan cegukan berkepanjangan, karena penyakit ini merupakan penyakit peradangan yang melibatkan saraf optik dan sumsum tulang belakang.
3. Lesi (gangguan jaringan) sepanjang jalur saraf perifer

Seorang pasien dengan sarkoidosis kelenjar getah bening mediastinum, biasanya memiliki cegukan berkelanjutan. Infiltrasi tumor pada diafragma dianggap sebagai penyebab dari cegukan keras. Cegukan telah menjadi gejala yang tidak diketahui dari kanker tenggorokan, namun sebanyak 27% pasien dengan kanker tenggorokan memiliki cegukan berkepanjangan lebih dari 48 jam. Cegukan juga dapat menjadi tanda gastric volvulus yang mungkin disebabkan oleh iritasi diafragma dari perut buncit.
4. Gangguan saluran pencernaan dan perut

Penyakit asam lambung (Gastroesophageal Reflux Disease – GERD) umumnya terkait dengan bersendawa. Terlepas dari gejala refluks utama yaitu regurgitasi asam, nyeri ulu ati, globus, disfagia (kesulitan menelan), suara serak, dan sebagainya, cegukan juga tidak jarang ditemui pada penderita GERD. Beberapa kasus menunjukkan bahwa 7,9% pria dan 10% wanita pasien GERD mengalami cegukan berkepanjangan.

BACA JUGA: 10 Makanan yang Memicu Asam Lambung
5. Anestesi dan pasca operasi

Cegukan pasca operasi dilaporkan terjadi pada individu yang menerima operasi Whipple dan kolektomi. Di sisi lain, menggunakan obat anestesi pada operasi juga dapat menyebabkan cegukan pada pasien. Bahkan anestesi epidural akan menyebabkan cegukan berkepanjangan.
6. Kanker

Cegukan serius tidak jarang terjadi pada pasien kanker. Di Italia, laporan menunjukkan bahwa 3,9% pasien rawat inap dan 4,5% pasien lawat jalan memiliki cegukan kronis yang parah. Di antara beberapa pasien kanker, cegukan juga disebabkan oleh kemoterapi. Analisis retrospektif menunjukkan bahwa cegukan terjadi pada 0,39% pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Cisplatin (obat anti-kanker pada kemoterapi) sering menjadi agen penyebab cegukan. Secara klinis, cegukan yang terjadi pada pasien yang menerima berbagai dosis cisplatin di Jepang berkisar antara 6,1%-10%. Selain itu, uji coba prospektif yang dilakukan di Taiwan menunjukkan bahwa cegukan berkepanjangan pada pasien yang menggunakan kombinasi cisplatin dan deksametason ada sebanyak 41,2% dan 97,4% di antaranya adalah laki-laki.

Jika ditangani segera, bisa sana cegukan yang dianggap sebagai gejala ringan ternyata sangat berbahaya sekali pada kesehatan tubuh Anda. dan bisa menyebabkan kematian, jika tidak diobati. jadi Intinya cegukan bisa nebgakibatkan kematian.

Baca Juga : Obat Cegukan Pada Orang Dewasa

Fakta Atau Mitos Cegukan Dapat Menyebabkan Kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *